Senin, 27 April 2009

Pengaruh Peradaban Dunia di Borobudur

Borobudur memang sudah tidak termasuk 7 keajaiban dunia, berdasarkan polling masyarakat Internasional. Namun, Borobudur tetap menjadi daya tarik tersendiri para peneliti di tingkatlokal maupun internasional, karena keunikan dilihat dari berbagai unsursejarah. Begitu pula budaya masa lampau yang menyertai Borobudur,menyisakan berbagai pertanyaan bagi kaum budayawan. Salah satu pertanyaan tersebut apakah Borobudur merupakan hasil budaya terbuka atau tertutup. Pertanyaan tersebut menarik untuk dibahas mengingat pembuatan Borobudur memakan waktu yang cukup lama dan melibatkan berbagai kalangan diantaranya adalah arsitek dari luar negeri.



Menurut J.J.Hoenigman komponen budaya terdiri atas artefak, gagasan dan aktifitas. Artefak diwakili oleh peninggalan fisik, sedangkan gagasan merupakan ide dan kreatifitas yang dapat tertuang dalam bentuk seni. Aktifitas budaya dapat dilihat dari sistem sosial yang ada di masyarakat. Pengidentifikasian pengaruh budaya internasional dalam pembuatan Borobudur secara sederhana, paling tidak harus memperlihatkan terpenuhinya komponen budaya. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan
apakah masyarakat nusantara masa lampau sudah bersifat kosmopolitan. Berikut akan ditampilkan kemiripan Borobudur dengan peradaban bangsa-bangsa di dunia

















































Peradaban Dunia



Komponen Budaya



Artefak (Peninggalan Fisik)



Gagasan / Ide (Seni)



Aktifitas (Sistem Sosial)


MesopotamiaBentuk
borobudur yang bertingkat mirip dengan ziggurat
Model
borobudor yang dikelilingi rawa/danau pada zaman dahulu sehingga
seperti taman yang megah mirip dengan konsep taman bergantung Babylonia
Masyarakat
Agraris

Musim bercocok tanam dengan penghitungan berdasar
peredaran matahari
MesirBentuk
Bodhisatwa di depan candi yang seperti singa penjaga mirip dengan spinkBentuk limas borobudur mirip dengan piramida mesir
Cara
pembuatan dengan memanfaatkan bukit yang sudah ada sebagai tempat untuk
pembuatan bangunan sebagaimana piramida
Perdagangan
memanfatkan sungai

Pusat pemerintahan di pedalaman bukan di tepi laut
CinaRelief
yang menggambarkan kegiatan masyarakat diantaranya perahu cadik mirip
dengan perahu cadik Cina
Maket
Borobuddur dibuat menyerupai bunga teratai yang mengambang di air mirip
dengan Patung-cina Budha dalam posisi duduk di atas bunga terataiBodhiatwa sama-sama dilambangkan singa

Pembuatan Borobudur tidak memakai perekat , batu disusun
sistem lock seperti Lego mengingatkan pembuatan tembok raksasa Cina
Memanfaatkan
maritim untuk memperluas dan memantapkan kekuasaan
IndiaBentuk
stupa mirip dengan stupa India
Bangunan
pemujaan yang menyelaraskan pencahayan alam, membiarkan terang dan
gelap sesuai dengan kondisi alamPembuatan juga mengambil pedoman kitab Silpasaatra
Pertukangan
contoh gerabah

Agama yang berkembang mirip (ada Budha dan Hindu)
YunaniRelief
dengan model campuran pahatan pada batu dan cetakan mirip dengan
pahatan dan patung Yunani
Pemaduan
berbagai jenis budaya sebagaimana Hellenistik terlihat dari bentuk
rompi dan kaki rajawali pada beberapa bodhisatwa mengingatkan pada
rompi perang dan lambang Alexander Agung
Pengagungan
bukit sebagai pusat pemujaan sekaligus pertemuan dan penyebaran agama
Budha Asia Tenggara mirip dengan pertemuan bangsa Yunani yang
berbeda-beda negara (polis) di bukit Olympus
RomawiBanyak
pintu sebagaimana Coloseum
Patung
dan relief bergaya naturalis (terlihat dari penggambaran lipatan kain
/Gandhara relief Borobudur seakan-akan nyata)
Masyarakat
yang lebih memilih intrik politik daripada perang untuk penyelesaian
masalah dalam negeri seperti Sistem imperium yang menggeser share
kekuasaan (wangsa syailendra terhadap wangsa sanjaya) mirip dengan
Imperium Julius Caesar mengesr Triumvirat

untuk lihat slide dapat unduh di sini

1 komentar: